Terkini

Elegi Subuh Hari, Waks!

Subuh sudah, dan dingin kian menggelitik tulang. Sudah lewat tengah malam, dan hari baru mulai menapak. Aku baru hendak beranjak dari kantor, kembali ke rumah. Tuntas jugalah pekerjaan hari ini.

Sunyi dan menyayat hati, begitulah suasana jalanan Kota Pontianak setiap dinihari. Bukan berarti tanpa kehidupan, karena denyut nadi lain masih tampak: pedagang sayur bongkar muat di Pasar Flamboyan, satu dua bus luar kota melintas dan menurunkan penumpang di halte.


Sesekali, segelintir pekerja menyapu sampah di sekitar Jembatan Kapuas. Selebihnya hanya dingin dan dengkuran orang-orang yang mungkin belum menyadari, hari baru telah menapak.

Sekitar 30 menit berselang, aku telah sampai di rumah. Semua telah terlelap, dan hari-hari selalu begini. Sisa-sisa siaran televisi menjadi hiburan pamungkas, sebelum akhirnya aku pun rebah dalam lelap.

0 komentar:

Post a Comment