Biasanya aku mengabaikan nomor tak dikenal yang masuk ke telepon genggamku. Tapi Kamis (24/6/10) pagi, entah mengapa aku angkat satu panggilan masuk itu. Diseberang sana, berbicara kakak sepupu dari pihak ibu.
Mereka sekeluarga tiba di Kota Pontianak, setelah sebelumnya menempuh perjalanan darat dari kampung. Dua hari sebelumnya, mereka berlibur ke Kota Singkawang. Mobil silver itu pun muncul ke kediamanku, dan mereka mengajak maka siang di sebuah rumah makan.
Ah, bukan semata itu yang membuatku senang! Dari dalam mobil, satu per satu keluarga yang sudah lama tak kujumpai, keluar satu per satu. Ada abang ipar, keponakan yg lucu-lucu, sepupu, dan paman yang abang kandung ibuku.
Aku jadi sadar, betapa aku punya banyak sanak famili yang masih mengingatku. Datang serombongan dari kampung halaman dan berkunjung ke kota ini, mereka bahkan menyambangiku. Rutinitas pekerjaan yang padat, kerap membuat aku merasa hanya seorang diri. Beruntung, mereka mengingatkanku tentang nilai perhatian.

0 komentar:
Post a Comment