Terkini

Menikmati Kicauan

Pagi ini suasana kediamanku lumayan semarak. Selain celoteh puteri kecilku membuka pagi, kicauan burung jalak dan beo yang kupelihara sahut-sahutan di cantelan sangkar sekitar dapur.



Hobi memelihara burung sudah kujalani sejak masa akhir kuliah di Yogya sekitar 2003. Waktu itu, aku kerap berkunjung ke Pasar Burung Ngasem, arah belakang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Hobi ini tetap berlanjut setelah aku pulang ke kampung halaman, Kalimantan. Entah mengapa, sejak saat itu, peliharaan favoritku burung jalak hitam. Mungkin karena harganya relatif murah, tidak pilih-pilih umpan, dan postur tubuhnya yang gagah.

Meski kicauannya tak tergolong istimewa, yang aku suka dari suara jalak yakni ketukan dan tembakan suara yang susul menyusul, dipadu semacam siulan yang melengking.

Kalau bicara hobi burung, tentu tak akan nyambung dengan orang yang tak punya hobi yang sama. Aku hanya ingin menghadirkan sedikit nuansa alami di kediaman perkotaan yang kerap melupakan harmoni yang natural.

0 komentar:

Post a Comment