Putri kecilku, Eya, tengah bermain-main dengan anjing peliharaan kami. Saya membiasakan Eya untuk menyebutnya "dog", yang kemudian dinamakan Chiechi.
Sore ini, Jumat (24/9/10), sebaris SMS kuterima dari istri, yang mengabarkan "dog" itu telah mati. Aku sedang mengerjakan tugas di kantor kala itu. Sedih rasanya, dog itu akhirnya mati. Tak ada lagi yang bakal menyambut bila aku pulang dari kantor menjelang subuh, dengan kibasan ekornya.
Tiga hari belakangan, diketahui Chiechi sakit. Dia tak mau makan, dan tubuhnya kurus. Tak kurang perhatian dari kami, termasuk meminumkan obat. Rupanya, anjing milik tetangga pun ada yang sakit begitu. Entah bagaimana penularannya, karena dog itu selalu kami ikat dengan rantai agar tak berkeliaran.
Kuingat, meski sedang sakit, tak lekang keceriaan yang tampak dari ekornya yang tetap berkibas-kibas. Rest in peace, our lovely dog..

0 komentar:
Post a Comment