Berbahaya jika kaum perempuan tidak diberi peran. Tayangan sebuah TV swasta Kamis (1/7/10) semakin membuka mata, betapa wanita bisa terjebak dalam suatu skandal akibat mereka "non job" alias tidak bekerja.
Sekadar review, tersebutlah seorang wanita yang mengaku bernama Hana, istri seorang pebisnis. Kepada TV itu, dia menyampaikan semua pengakuannya.
Sang suami lebih banyak meninggalkan istri ke luar kota. Jadilah, nyonya rumah yang tak bekerja, bingung mengisi waktunya. Dia pun berkumpul dengan rekan-rekannya sesama istri pengusaha lain dan mereka membuat arisan.
Tapi, arisan yang "tidak pakai uang". Seorang brondong dipasang sebagai objek arisan, dan masing-masing mendapat giliran in the hoy dengan sang gigolo.
Masuk akal mengapa kampanye kesetaraan gendel begitu gencar disuarakan. Kasus arisan brondong ini hanya secuil masalah, dari banyak masalah besar lainnya. Sangat tak adil jika seorang istri dibiarkan sebagai "penunggu rumah".
Citra yang muncul akhirnya menjadi sangat buruk: wanita tukang gosip, tukang habiskan uang suami, pengangguran terselubung, dan hanya menjadi pelengkap sebuah sistem kehidupan keluarga.

0 komentar:
Post a Comment